Hit the gas and there's ain't no brake on this lost highway . . . . .

Sabtu, 20 November 2010

Pemasaran

Pengertian pemasaran meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan kegiatan untuk merencanakan dan menentukan harga, hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun potensial.
            Sedangkan pengertian pasar adalah sasaran atau tujuan dari pemasaran suatu produk atau barang. Pasar atau konsumen dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni konsumen akhir (pasar konsumen) dan pasar bisnis (pasar industri). Dimana pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsi dan bukannya untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan pasar bisnis adalah pasar yang terdiri dari individu-individu atau organisasi yang membeli barang untuk diproses lagi menjadi barang lain dan kemudian dijual. Berdasarkan pengertian tersebut, sebagai contoh maka petani digolongkan kedalam pasar bisnis, sebab mereka membeli barang digunakan untuk diproses lebih lanjut menjadi barang-barang hasil pertanian. Selengkapnya mengenai jenis – jenis pasar ialah :
  1. Pasar Konsumen :
Sekolompok pembeli yang membeli barang untuk dikonsumsi, bukan dijual atau diproses lebih lanjut
  1. Pasar Industri :
Pasar yang terdiri individu dan lembaga atau organisasi yang membeli barang untuk dipakai lagi, baik lansung maupun tidak langsung, dalam memproduksi barang lain kemudian dijual
  1. Pasar Penjual :
Individu dan organisasi yang membeli barang untuk dijual lagi atau disewakan untuk mendapatkan laba
  1. Pasar Pemerintah :
Pasar dimana terdapat lembaga pemerintah, seperti : departemen, direktorat, kantor dinas dan instansi lain

            Konsep Pemasaran atau anggapan yang dipercaya oleh suatu perusahaan sebagai dasar dari setiap kegiatannya dalam melayani konsumen terdiri dari :
1.    Konsep Produksi
Anggapan pemasar yang berorientasi kepada proses produksi bahwa konsumen akan memebeli produk – produk yang murah, sehingga perusahaan akan focus dalam efisiensi biaya
2.    Konsep Produk
Anggapan pemasar bahwa konsumen menghendaki produk – produk yang berkualitas dan berpenampilan baik, sehingga perusahaan focus pada pengendalian kualitas
3.    Konsep Penjualan
Anggapan pemasar yang berorientasi bahwa konsumen perlu dipengaruhi agar penjualan dapat meningkat untuk mencapai profit maksimum. Sehingga perusahaan akan berfokus dalam usaha – usaha peningkatan penjualan dan promosi yang intensif agar mampu membujuk konsumen.
4.    Konsep Pemasaran
Anggapan pemasar yang berorientasi bahwa konsumen hanya akan bersedia  membeli produk – produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan, sehingga focus perusahaan  adalah memenuhi kepuasan pelanggannya.
5.    Konsep Pemasaran yang Berwawasan Sosial
Anggapan pemasar bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk – produk yang memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen, namun juga kesejahteraan lingkungan sosial konsumen, sehingga perusahaan akan berusaha memenuhi kebutuhan serta memperbaiki hubungan atau relasi antara produsen dan masyarakat.
6.    Konsep Pasar
Anggapan pemasar yang beorientasi bahwa produsen perlu mempunyai keunggulan pasar yang mampu bersaing untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Sehingga perusahaan akan berfokus pada pemahaman perilaku konsumen dan juga perilaku pesaing – pesaingnya unuk mengatasi persaingan.



Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiafan promosi dan sistem distribusi.
Ø  Product (Produk).
Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.


Ø  Price (Harga)
Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.

Ø  Promotion (Promosi)
Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.

Ø  Saluran Distribusi (Place)
Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.
                       
                        Adapun tujuan sistem pemasaran ada tiga :
a.    Memaksimumkan Konsumsi
Pekerjaan pemasaran adalah memudahkan dan merangsang konsumsi maksimum, akhirnya menciptakan produksi, kesempatan kerja, dan kemakmurkan maksimum
b.    Memaksimumkan Kepuasan konsumen
Tujuan sistem pemasaran lain adalahmemaksimumkan kepuasan konsumen, bukan konsumsi. Tetapi mengukur kepuasan konsumen tidak mudah ; belum adanya tolak ukur kepuasan dari produk pada individu, kepuasan dari produk atau jasa yang baik diimbangi oleh kejelekkan dari pencemaran lingkungan, kepuasan yg diterima sesorang tergantung dari sedikitnya orang lain memiliki barang tersebut.
c.    Memaksimumkan Mutu Hidup
Memaksimumkan Mutu Hidup termasuk didalamnya kualitas, kuantitas, ketersediaan, dan harga pokok barang ; mutu lingkungan fisik; dan mutu lingkungan kultur

Dalam mempelajari pemasaran ada beberapa pendekatan ,yakni :
v  Pendekatan Serba Fungsi
Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu : pembelian, pengangkutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan resiko, standarnisasi dan grading, pengumpulan informasi pasar
v  Pendekatan Serba Lembaga
Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal : produsen, suplier, perantara dagang dsb
v  Pendekatan Serba barang (Pendekatan Organisasi Industri)
Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri
v  Pendekatan Serba Manajemen
Dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil
v  Pendekatan Serba Sistem
Menyangkut elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produk, dan lembaga

Rabu, 17 November 2010

Manajemen dan Organisasi

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Pencapaian sasaran organisasi terjadi melalui penggunaan manusia ( men ), bahan produksi ( materials ), dan mesin ( machines ).
            Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling).
Ø Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
Ø Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
Ø Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.


Ø Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

Hubungan Organisasi, Administrasi dan Manajemen
            Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan manajemen adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada badan / organisasi pemerintah, sedangkan istilah manajemen dipergunakan untuk organisasi swasta. Administrator sama artinya dengan manajer, tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya manajer pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian administrasi keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara administrasi organisasi dan manajemen adalah sebagai berikut :
Ø  Kepemimpinan merupakan arti dari manajemen
Ø  Melalui manajemen semua kegiatan di koordinir dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Ø  Administrasi merupakan suatu kegiatan pelayanan, termasuk di dalam kegiatan administrasi adalah kegiatan pengelolaan atau manajemen administrasi dapat dilaksanakan di dalam atau diluar organisasi (formal).
Ø  Organisasi (formal) merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan administrasi.


Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah
·         komponen ( atasan dan bawahan)
·         Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
·         Adanya tujuan
·         Adanya sasaran
·         Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
·         Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

            Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
            Hal yang berbeda antara organisasi dan manajemen adalah organisasi sebagai alat atau wadah sekelompok orang dalam mencapai tujuan tertentu, sedangkan manajemen lebih mengarah kepada pengaturan atau pengelolaan untuk mencapai tujuan tersebut, adapun persamaan dari organisasi dan manajemen ialah sama-sama memiliki sasaran dan tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Bentuk-bentuk organisasi
Menurut pola hubungan kerja, lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, maka bentuk organisasi dapat dibedakan sebagai berikut:
o   Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan bentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.
v  Kebaikannya:
ü  Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
ü  Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
ü  Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.

v  Keburukannya;
ü  Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
ü  Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
ü  Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
o   Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

v  Kebaikannya;
ü  Pembidangan tugas-tugas jelas.
ü  Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
ü  Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.

v  Keburukannya;
ü  Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
ü  Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
o   Bentuk Organisasi Garis dan Staff
umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.

v  Kebaikannya;
ü  Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
ü  Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
ü  Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.

v  Keburukannya;
ü  Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun
ü  Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.
o   Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.

PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI
1.    Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas.
Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. Misalnya, organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi, mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain.

2.    Prinsip Skala Hirarkhi.
Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan.

3.    Prinsip Kesatuan Perintah.
Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.

4.    Prinsip Pendelegasian Wewenang.
Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi.

5.    Prinsip Pertanggungjawaban.
Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.
6.    Prinsip Pembagian Pekerjaan.
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi.

7.    Prinsip Rentang Pengendalian.
Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.
8.    Prinsip Fungsional.
Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya.
9.    Prinsip Pemisahan.
Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain.

10. Prinsip Keseimbangan.
Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di suatu desa terpencil’, struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

11. Prinsip Fleksibilitas
Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangansesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.
12. Prinsip Kepemimpinan.
Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut.

Minggu, 14 November 2010

KUR Perteguh Ekonomi Rakyat

         Usaha kecil dan menengah , khususnya industri rumahan, merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menguatkan fundamental ekonomi rakyat. Beranjak dari pandangan demikian, berbagai program yang disosialisasikan pemerinntah selama ini, berorientasi  kepada pemberdayaan masyarakat, harus dipandang sebagai upaya kongkret dalam mengukuhkan fundamental ekonomi di sektor riil. Salah satu program pemerintah yang berhubungan langsung dengan upaya bangsa ini mengahadapi krisis adalah KUR ( Kredit Usaha Rakyat ).
            Program ini, dirasakan sangat membantu rakyat dalam mempertahankan pergerakkan ekonomi secara fundamental. Esensinya adalah, program KUR sejak awal di peruntukkan bagi menolong rakyat. Karenanya, pelakasanaannya harus berlangsung lancer, tidak terganggu oleh hambatan yang tidak perlu. Kita yakin kebijakan KUR ini merupakan salah satu solusi dalam upaya mengatasi krisis, bila mengimplentasikan secara benar. Untuk itu, kita mendorong dan mendukung peningkatan KUR.
            Untuk menciptakan kondisi terbaik bagi penguatan fundamental ekonomi bangsa, kita percaya, penyaluran dan pemanfaatan KUR dengan benar, dan disertai disiplin membayar kredit secara tepat,akan lebih kuat memberdayakan usaha kecil dan menengah, sehingga tercapainya ekonomi bangsa yang kuat di tengah krisis global.
            Dapat terlihat bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi yang tentunya juga di alami oleh bangsa – bangsa di dunia pada umumnya. Namun, bangsa Indonesia tetap memiliki keberanian dlam menghadapi krisis ekonomi tersebut. Di sini, nilai – nilai luhur Pancasila sebagai idiologi terbuka ditetapkan oleh rakyat Indonesia, khususnya peemerintah dengan pembukaan wacana, yakni pemerintah berhasil menggagas suatu program ekonomi yang berorientasi dan berpihak kepada rakyat Indonesia.
            Sistem atau program yang disebut KUR ini, ialah program yang telah dihasilkan pemerintah, untuk membantu rakyat Indonesia, khususnya pengusaha usaha kecil dan menengah, yang berada pada ekonomi sector riil, agar dapat bertahan dalam terpaan krisis ekonomi global yang dapat menghancurkan bangsa Indonesia itu sendiri. Namun, bangsa Indonesia yang berpegang teguh pada nilai – nilai luhur Pancasila sebagai idiologi yang terbuka yang bersifat dinamis, actual fleksibel dan antisipatif. Sehingga bangsa Indonesia dalam hal ini pemerintah Indonesia dituntun untuk merealisasikan nilai – nilai Pancasila ke dalam bentuk nyata dalam kehidupan sehari – hari, yakni menciptakan program – program ekonomi yang bersifat adil dan berpihak pada rakyat, seperti program KUR dalam hal ini, sehingga bangsa Indonesia mampu memecahkan masalah – masalah baru dalam krisis global saat ini, dan menjadi bangsa yang besar dan terpandang oleh bangsa – bangsa lainnya di dunia.

Minggu, 07 November 2010

Program KUR ( Kredit Usaha Rakyat )

          KUR adalah Kredit Usaha Rakyat. Program ini digulirkan pertama kali oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jakarta pada 5 November 2007. Program ini diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), dan koperasi. Tujuannya, meningkatkan perekonomian rakyat, pengentasan kemiskinan, dan penyerapan tenaga kerja. Melalui KUR diharapkan agar pelaku usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi yang usahanya layak namun tak mempunyai agunan yang cukup sesuai persyaratan yang ditetapkan perbankan, dapat tetap memperoleh kucuran kredit untuk pengembangan usahanya. Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbukti mampu menaikkan kelas pengusaha mikro dan kecil menjadi pelaku usaha yang lebih tinggi tingkatannya .
            Dalam pelaksanaan program KUR, terdapat 3 (tiga) pilar penting yaitu :
Pemerintah yang berfungsi membantu dan mendukung pelaksanaan pemberian kredit berikut penjaminan kredit, Lembaga Penjaminan yang bertindak selaku penjamin atas kredit/pembiayaan yang disalurkan oleh Perbankan, dan Perbankan sebagai penerima jaminan berfungsi menyalurkan kredit kepada UMKM & Koperasi dengan menggunakan dana internal masing-masing. Mengacu pada landasan hukum KUR tersebut di atas, skema program KUR memiliki perbedaan baik dibandingkan dengan program pemberdayaan/bantuan kepada masyarakat maupun dengan skema kredit program lain yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah. Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan Kredit Modal Kerja dan/atau Kredit Investasi yang dibiayai sepenuhnya dari dana perbankan, diberikan kepada usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKM-K) baru dengan plafon kredit maksimal Rp. 500 juta. Usaha yang dibiayai merupakan usaha produktif yang feasible namun belum bankable. Suku bunga ditetapkan maksimal 24% efektif per tahun untuk plafon kredit s.d Rp 5 juta dan maksimal 16% efektif per tahun untuk plafon kredit diatas Rp 5 – 500 juta.

Tail Winds

When Gloria Macapagal Arroyo became president of Philipines in January 2001, she searched for dynamic young Filipinos with successful international careers who could bring that expertise home to serve their country. Vincent Perez was one of those she found.
            An MBA graduate of the Wharton School at the University of Pennsylvania, Perez at the time had amassed 17 years of experience in the world of international banking and finance. His background included rough-and-tumble experiences with Latin American credit and debt restructuring during the currency crisis in that region and later dealing in debt trading, capital markets, and private equity in emerging countries from London, New York, and Singapore.
            Coming from the world of international finance, Perez did not make a comfortable landing in public sector. The energy secretary’s portofolio was riddled with crisis. The war in Iraq was raging, quadrupling the price of oil for the import-dependent Philipines, while power shortages antagonized a public already agitated about the state of the country’s energy supply. Perez served as energy secretary from 2001 to 2005 and estabilished a reputation as a champion of clean, renewable energy. Since leaving public office, Perez has been serving as a chief executive officer of the renewable energy company Altenergy Partners. He also an investor in NorthWind Power, the first commercial wind farm in Southeast Asia. In addition, he is chairman of the environmental organization WWF-Philipines.
            Within 2 months of his appointment as energy minister, the president asked each cabinet member to conceptualize and develop a poverty alleviation program in their respective department. He felt, after a lot of internal discussion, that the key poverty program to promote should be rural electrification. There’s  an indisputable correlation between the lack of electricity and poverty, as well as high population growth rates, low educational attainment, and even a lack of peace and order.
            Then, He have invested in NorthWind Power , a Project in the northern philipines that is Southeast Asia’s first commercial wind farm.  That investment is credited to private entrepreneurs, Danish and Filipino, who started it. He was impressed with ther tenacity to build this pioneering project. In 2005, when this project was built, it was only viable because of soft loans from the Danish government because Danish equipment was used. Since then, turbine prices have come down and the shortage has eased, with new equipment coming from developing countries like China and India. Also, oil and coal prices have risen. That means that electricity prices have risen, so the project is quite competitive now, though it might still need a small subsidy. But the technology is now proven, and increasing the scale will further reduce costs. The project now supplies about 40 % of the energy needs of the province where it is located.
            Therefore, after seeing Philipines succeed to handle their energy sources with their new technology, I hope that we must try to follow their step to handle and managing our problem in energy sources in our country.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Selintas UGpedia

           UGpedia ialah sebuah layanan yang dimiliki oleh Universitas Gunadarma untuk memenuhi kebutuhan warga Universitas Gunadarma ataupun masyarakat umumnya akan informasi – informasi yang berkaitan dengan Universitas Gunadarma, mulai dari pendaftaran, perkuliahan, alumni, prosedur-prosedur, fasilitas serta hal-hal yang berhubungan dengan istilah yang sering ditemui di lingkup pendidikan universitas. Oleh karena kemudahannya untuk di akses oleh siapapun, dimanapun serta kapanpun, maka layanan ini sangatlah membantu bagi penggunanya.

            Adapun keuntungan dari UGpedia ini adalah tersedianya beberapa keunikan yang dapat kita gunakan pada yakni:
1.    InstantResponse , merupakan fasilitas pencarian seketika dengan model smart search artinya kami akan mulai mencari begitu anda mengetikkan keyword pada fasilitas InstantResponse.
2.    Kemudahan mencari informasi, UG memiliki sekitar 70-an subdomain dengan banyaknya subdomain tersebut, memang sulit untuk mencari informasi pada subdomain yang Universitas Gunadarma miliki. Disini kita mendapatkan kemudahan dari UGpedia untuk menunjukkan arah yang tepat bagi informasi yang anda inginkan.
3.    Sehubungan dengan term "wikipedia" yang sering digunakan oleh masyarakat internet, maka disini pun kita dapat berkontribusi untuk menyumbangkan informasi-informasi yang berkaitan dengan Universitas Gunadarma, diharapkan dengan sumbangsih informasi tersebut dapat membantu adik, teman maupun pihak lain yang membutuhkannya.

            Demikian kurang lebihnya yang bisa disampaikan mengenai salah satu layanan yang dimiliki oleh Universitas Gunadarma, semoga tulisan ini bisa sedikit membantu pembaca sekalian. Terima kasih.
  

Sabtu, 16 Oktober 2010

Lingkungan Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial

Dikelola oleh manajemen yang sangat professional tidaklah cukup untuk menjadikan sebuah perusahaan menjadi besar dan bonafit. Namun, lingkungan perusahaan juga harus diperhatikan oleh pemilik perusahaan untuk mendukung segenap sumber daya yang dimilki perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya sangat dipengaruhi oleh lingkungan perusahaan tersebut.  Lingkungan – lingkungan yang harus diperhatikan antara lain :
1.    Lingkungan Umum :
a.    Politik
b.    Hukum
c.    Sosial
d.    Perekonomian
e.    Kebudayaan
f.     Pendidikan
g.    Tekhnologi
h.    Demografi
2.    Lingkungan Khusus :
a.    Penyedia
b.    Pelanggan
c.    Pesaing
d.    Teknologi

            Kemudian, masyarakat kini telah semakin kritis dan mampu melakukan kontrol social terhadap dunia usaha. Hal ini menuntut para pemilik perusahaan untuk menjalankan usahanya dengan semakin bertanggungjawab. Pemilik perusahaan tidak hanya dituntut untuk memperoleh keuntungan dari lapangan usahanya, melainkan mereka juga diminta untuk memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Perubahan pada tingkat kesadaran masyarakat memunculkan kesadararan baru tentang pentingnya melaksanakan apa yang kita kenal sebagai tanggung jawab perusahaan. Pemahaman itu memberikan pedoman bahwa korporasi bukan lagi sebagai entitas yang hanya mementingkan dirinya sendiri saja sehingga mengasingkan diri dari lingkungan masyarakat di tempat mereka bekerja, melainkan sebuah entitas usaha yang wajib melakukan adaptasi kultural dengan lingkungan sosialnya.

            Tanggung jawab perusahaan adalah basis teori tentang perlunya sebuah perusahaan membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Secara teoretik, tanggung jawab social perusahaan dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab moral suatu perusahaan terhadap para komunitas atau masyarakat disekitar wilayah kerja dan operasinya. Tanggung jawa sosial perusahaan memandang perusahaan sebagai agen moral. Dengan atau tanpa aturan hukum, sebuah perusahaan harus menjunjung tinggi moralitas. Parameter keberhasilan suatu perusahaan dalam sudut pandang Tanggung jawab sosial perusahaan adalah mengedepankan prinsip moral dan etis, yakni menggapai suatu hasil terbaik, tanpa merugikan kelompok masyarakat lainnya. Salah satu prinsip moral yang sering digunakan adalah goldenrules, yang mengajarkan agar seseorang atau suatu pihak memperlakukan orang lain sama seperti apa yang mereka ingin diperlakukan. Dengan begitu, perusahaan yang bekerja dengan mengedepankan prinsip moral dan etis akan memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat.